AKUN.biz

AKUNbiz Menjadi Alat Pendamping Keuangan Kelompok Swadaya Masyarakat Mojosongo Surakarta

Pendampingan AKUNbiz1.jpeg

KEHADIRAN AKUNbiz menjadi alat pendamping keuangan tak bisa diragukan lagi. Ada berbagai penghargaan diterima sebagai wujud apresiasi atas kebermanfaatan aplikasi berbasis cloud bernama AKUNbiz ini. Selain pada tahun 2016 lalu terpilih sebagai juara pertama pada helatan Wirausaha Muda Mandiri kategori Financial Technology, AKUNbiz juga telah memperoleh penghargaan dari pihak Facebook. Sedangkan di kesempatan berbeda, AKUNbiz dihadirkan pula pada helatan akbar bukan saja kelas Indonesia, namun juga setingkat Asia bahkan dunia, sebut saja di Bali sebagai peserta NEXTICORN (Next Indonesian Unicorn) serta di negara Singapura hadir dalam konferensi Digital Financial Technology sedunia.

Semua itu pada akhirnya juga tak lantas membuat AKUNbiz lupa kampung halaman. Karenanya, ketika diberikan kesempatan untuk bekerjasama dengan akademisi dari FEB Universitas Sebelas Maret guna mendampingi pemanfaatan aplikasi AKUNbiz pada satu komunitas yang berbasis di kampung seputar Surakarta, tiada pernah terlontar kata menolak.

“AKUNbiz menyederhanakan logika akuntansi –yang secara teoritis adalah double entry– ke dalam logika awam yang sederhana dengan single entry. Penyederhanaan ini memungkinkan orang awam yang tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi tetap dapat menggunakannya. Dalam pelaksanaanya, pencatatan keuangan di Kampung Sayur dengan AkunBiz tidak menghadapi banyak kendala”

Quotation di atas adalah kalimat yang ditulis pihak FEB-UNS (dalam hal ini adalah Ibu Nasyiah Hasanah Purnomowati, S.E., M.Sc.,Ak) yang kemudian dipublikasikan intisari.grid.id sebagai “semacam kesimpulan” atas pemanfaatan aplikasi AKUNbiz.

Perkenalan AKUNbiz

AKUNbiz Menjadi Alat Pendamping KeuanganHari Senin, 12 November 2018, empat personil AKUNbiz mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kampung sayur Mojosongo bersama dengan dua staf pengajar beserta enam mahasiswa FEB-UNS. Kunjungan ini mendapat tanggapan yang cukup berarti, karena bukan saja sekadar ramah-tamah, melainkan langsung pada pokok bahasan penggunaan aplikasi AKUNbiz.

Di kesempatan itu, pihak FEB-UNS membekali dua buah handphone, yang masing-masing diperuntukkan bagi Kelompok Swadaya Masyarakat  (KSM) Tirto Langgeng serta KSM Kahuripan Sejahtera. KSM Tirto Langgeng konsen pada pengurusan pengairan semacam PAM, sedangkan KSM Kahuripan Sejahtera di samping mengurusi bibit sayuran dan penjualan pupuk organik, ia juga menerima pelatihan pertanian sekaligus wisata agro.

Kembali pada pendampingan penggunaan aplikasi AKUNbiz sebagai sarana penunjang pelaporan keuangan, sore itu berkejaran dengan waktu malam, kami dari pihak AKUNbiz melakukan brainstorming yang kemudian dilanjutkan pemaparan perihal program pendampingan oleh Ibu Asri serta Ibu Nasyiah dari pihak UNS.

Masih dari pemaparan tersebut, seturut dengan “quotation” bagian atas laman ini terdapat bahasan mengenai kemudahan dalam penerapan AKUNbiz. Namun lebih dari itu, karena aplikasi AKUNbiz ini sedari awal memang dirancang untuk lebih diarahkan pada pembukuan sederhana yang sebatas berisi Laporan Laba Rugi dan Catatan Hutang dan Piutang, maka untuk pembuatan Neraca belum bisa langsung dihasilkan.

Selanjutnya, karena tidak langsung menghasilkan laporan posisi keuangan (neraca), dibutuhkan sedikit trick agar laporan neraca itu bisa tergambar. Di bawah ini adalah sedikit simulasi dalam pembuatan/pengelompokan buku kas yang disesuaikan dengan kebutuhan informasi semua pihak, yang memiliki tujuan agar tercipta susunan laporan keuangan (neraca).

Buku kas disimulasikan terdiri dari 4 kelompok;

  1. Laporan Laba Rugi
    Digunakan untuk mencatat;
    a. Pendapatan
    b. Beban
    c. Sumbangan
  2. Modal (Neraca Pasiva)
    Digunakan untuk mencatat;
    a. Saldo Awal Modal
    b. Penutupan Laba/Rugi
    Untuk pencatatannya adalah: apabila “LABA”, maka sila transfer dari Laporan Laba Rugi menuju Modal. Sedangkan apabila “RUGI”, maka sebaliknya, yaitu sila transfer dari “Modal” menuju “Laporan Laba Rugi
  3. Peralatan (Neraca Aktiva)
    Digunakan untuk mencatat;
    a. Beli Peralatan baru
    b. Peralatan hilang/usang (kita perlakukan sebagai beban peralatan)
    Cara pencatatannya adalah dengan mentransfer “Laporan Laba Rugi” menuju “Peralatan (Neraca Aktiva)
  4. Utang Usaha (Neraca Pasiva)
    Digunakan untuk mencatat;
    a. Utang Usaha yang Baru
    b. Angsuran Utang Usaha

Demikian sedikit mengenai pendampingan yang dilakukan tim FEB-UNS dengan memanfaatkan aplikasi AKUNbiz yang diterapkan langsung kepada kelompok masyarakat dengan kelompok usahanya. [uth]

Bagikan halaman ini:
Komentar »

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mendaftar GRATIS dan langsung Pakai AKUN.biz, sekarang!    Gunakan »